May 8, 2010

Sajak : The Road Not Taken

The Road Not Taken

Two road diverge in a wood,
A group of person have taken the less traveled by,
Doing something that almost nobody have done before,
A lot of people are staring at them,
But they just continue walking as there's nothing happened.

Somebody seems to be very curious,
He can't help himself from asking,
"Why are you guys taking this road?"
One of them calmly answered,
"Because this is the right path."

The man asked again,
"Why are you guys seem so sure?;
The path is greener;
Full with undergrowth and shrubs;
Is was really less traveled by;
Aren't you guys afraid of be lost or something?"

They just simply answer with a smile,"Nope."
They seem to be very confident.
And this has increased the level of curiosity,
The guy became impatient and confused,
Eager for the certainty,

"Okay, stop all this nonsense;
Can one of you explain to me why?"
Then with a smiling face they say:
"Because we have the map"



Inspired by : Robert Frost

p/s : Days to first final exam paper countdown : 10
Hit Counter


~End Of Post~
Share

12 comments:

analytical_blue May 8, 2010 at 8:03 PM  

Salam..

sajak yg hebat dan intelek.
Shakespeer boleh kalah.

lagi-lagi maksud dalam ayat last tu..
"Because we have the map".

Awesome!!

umairzulkefli May 8, 2010 at 8:39 PM  

To analytical_blue : Analisa segera! Belum sejam post dah komen, tahiah! Tapi tak boleh lawan Shakespere, bahasa tak cukup putar belit & ayat simple-simple je..
Yang penting mesejnya kan?

triana May 8, 2010 at 10:09 PM  

Jalan ini penuh liku dan panjang.. mereka yg bersamanya adalah orang yg penuh dengan keyakinan. keyakinan yg lahir dari jiwa yang kuat dan diperkokoh oleh pasangan jiwanya yaitu kesabaran. Tinggal memilih, menjadi pecundang atau pemenang.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS Al-Anbiyaa: 35)

ibnu ghazali May 8, 2010 at 10:12 PM  

oh..sajak yang best.

tapi kan..
sesuatu peta itu ada jalan mudah,ada jalan susah..
kalau ada jalan yang mudah,dan dekat,
kan lebih afdhal untuk kita mengambilnya.

taysir wala tu'assir.

tapi kan..
kadang-kadang jalan yang dekat tapi mendaki,
dan jalan yang jauh tapi mencuram..mana yang kita
nak pilih ya?

ikut keadaan la kan,mendaki sikit je,tapi kalau
dekat,bek ambik yang dekat,susah-susah dahulu
senang-senang kemudian..

herm..macam-macam perkara boleh dikaitkan..
tapi apa yang penting,penunjuk arah perlu tahu
membaca peta,kalau tak tahu,bagi kat orang lain je.

dan yang paling super penting adalah,
keyakinan kepada peta dan penunjuk arah itu perlu
dititikberatkan.agar nanti,yang sampai destinasi itu
ramai dan mempunyai kadar efficiency yang tinggi.

dan kalau kita sorang je yang sampai tujuan pn tak
guna juga.perlu ajak dan yakinkan ramai lagi pada
map yang kita gunakan..

wallahua'lam..

ozon89776 May 9, 2010 at 1:42 AM  

eh,triana??
lab demo kita ke tu??
hahaha..

inspired by reobert frost..cm terlawak skit lak kt stu..
haha.
tapi still "berbahagialah orang orang yang pelik itu"

FRESHIE May 9, 2010 at 7:46 AM  

Oh..ini short story ni. tak cukup manyajak lagi ni. tapi takde masalah, isinya bagus dan tersirat penuh makna. huhu lihatlah sampaikan ibnu ghazali mampu buat ulasan yg penuh tersirat jugak.

Those guys seem to be 'Golongan Ansorullah' yang disebut dalam Al-Quran. Ana terbayang cerita ni dibuat choral speaking. (^__^)

umairzulkefli May 9, 2010 at 8:15 AM  

To triana : Benar skali tho mbak..cumanya rame yg ga mau pilih sok kebenaran, kerna yang batil itu lebih indah di mata nafsu..berdoalah, moga kita dipilihnya untuk melihat kebenaran...

To ibnu ghazali : banyaknye 'tapikan' dia...betul tu ibnu ghazali, tapikan...(hehe..)
setiap orang pasti punya sebab dan alasan mengapa jalan itu dipilihnya...selagi matlamatnya benar dan jalan tidak terkeluar landasan, biarkanlah mereka. Yang penting kita dah tunjukkan mereka jalan yang ada.

To ozon89776 : Lab demo? Demo la ni tidok supo mulo? Heh~ Ye kot...
Orang-orang dagang...mari jadi macam mereka!

To FRESHIE : Boleh juga buat choral speaking..nanti bagi kat penyelaras minggu kebudayaan islam kat sekolah ana...

Sang Karipap May 10, 2010 at 8:17 AM  

Hahahaha..."because we have map"

Kecik je ati kawan yang tanya tu..keh3

MenuLisLah DeMi ANakmU May 12, 2010 at 7:19 PM  

Let me continue this poem..

After a long journey, the travelers stop at one point where the road diverge again.
They rest for a while as they are very tired.

One of them said,
"Why not we take this first road, shorter and easier".
Another guy added,
"Yes, the second road seem long and very adventure,
We may not arrive as it is hard and scary"
All of them silent. A tall guy stand up.
"I give up anymore. I don't want the whole all my life following the road that give me no assurance".

After the travelers having their rest, all of them stand up.
The leader said, "Now, since we have different route, it is up for us to choose. For me, I'll choose the second road, the road that you said long and hard. Who want to stay with me, come to this side."
Only several guys choose to be with the leader. The rest of them stay with their choice, the shorter and easier road.
The most people staring at the least people.

"Why you choose the less road traveled by?
Come with us".
"Hey guys, why you keep stubborn?

The least but confident guys answered.
"Again, we are very sure as we already said, we have the map!
And we are strongly confident with our leader"

The answer again make the most people not understand and their face turn to red.

The less travelers said,
"Okay, we stop and separate here,
Lana a'maluna, walakum a'malakum,
See you at the FINAL DESTINATION..."

They proceed with their deep confidence, even though people are keep talking about them..

ahmadazaharmohd May 17, 2010 at 8:53 AM  

Assalamua'laikum WBT.

Kalangan selalu tertarik kepada benda-benda, perkara, pekerjaan yang mudah. Ya mungkin nampaknya mudah bagi diri, namun benarkah tabiat jalan yg dilalui itu begitu.

Adakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak tahu taysiru wa la tu'assiru? Lalu mengarahkan para sahabatnya untuk berjalan sehingga tercabut kuku kakinya dalam perjalanan Sariyah Dzaturriqa' dan menderita kesejukan dalam siri perang Dzatussalasil atau dalam siri Perang Mu'tah, atau dalam keadaan mencekiknya kelaparan saat perang Khandak?

Ataukah seorang Mush'ab bin Umair (radhiyallahu anhu) tidak diberlakukan ke atasnya taysiru wa la tu'assiru oleh Rasulullah kerana Rasulullah yg mengutusnya bersama Abdullah bin Ummi Maktoum (radiyallahu anhu) utk follow up Madinah yg jauh?

Ataukah seorang imam mujtahid al-Imam As-Syafie (rahimahullahu Taala) tidak tahu berkenaan taysiru wa la tu'assiru apabila mengatakan ad-dunia sijnil mu'min. (Dunia itu penjara bagi org2 mukmin)dan Imam As-Syahid Hassan al-Banna (rahimahullahu Taala) yang ditembak dalam perjalanan dakwah mengajak umatnya kepada Allah walau dia tahu bahawa natijah akhir baginya adalah pembunuhan oleh taghut?

Ataukah seorang Tariq bin Ziyad (rahimahullahu Taala)tidak tahu berkenaan taysiru wa la tu'assiru bila dia memerintahkan perajuritnya membakar kapal ketika mendarat di pantai untuk menghadapi kaum kuffar salibis?

Ataukah kita menggunakan taysiru wala tu'assiru hanya untuk menghidangkannya kepada hawa nafsu kita yang mahukan segal-galanya senang. Ditambah pula dengan keadaan yang menjadikan sesuatu yg senang itu sungguh sangat menyelerakan untuk disantap?

"Sekiranya (yg kamu serukan kpd mereka) ada keuntungan yang MUDAH diperoleh, dan perjalanan yang TIDAK BERAPA JAUH, niscaya mereka mengikuti mu, tetapi tempat yg dituju terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dgn (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersama-sama mu". Mereka MEMBINASAKAN diri sendiri dan Allah mengetahui bahawa mereka benar-benar orang yang berdusta"
(QS [9]:42)

Benarkah jalan dakwah adalah jalan yang senang dan santai?

Lu pikir la sendiri....

Nur Amalina November 16, 2010 at 9:40 PM  

a great poem.
once learned it during high school. and when I encountered it again when I was in university, I thought that this is quite related to those whose chose the dakwah life.

tapi kenapa rasa mcm lain sikit ye poem dia. except for some few words..

umairzulkefli November 17, 2010 at 2:24 PM  

To Nur Amalina : this poem is just 'inspired' by robert frost. Non of the lines are from his poem except for the title : The Road Not Taken

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

..::Inspirasi::..

Siapakah Penulis Yang Baik?

Penulis yang baik adalah yang penulisannya memberikan kesan kepada jiwa insan. Seterusnya, penulis itu mampu menjadi inspirasi, contoh, qudwah kepada pembacanya.

Akhirnya sekali, dia tidak akan hanya tersekat dalam alam penulisan, bahkan di alam realiti dia tetap mampu menjadi satu model kepada ummat.

Penulis Yang Terbaik

Tips 1: Hubungan Dengan Allah SWT

Ya, hubungan dengan Allah SWT. Seorang yang hendak menjadi penulis yang terbaik perlulah menjaga hubungannya dengan Allah SWT. Mencintai perintah-Nya dan melaksanakannya. Membenci kemungkaran ke arah-Nya dan mencegahnya. Tidak melekatkan diri kepada apa yang Allah murka dan sentiasa berusaha mempertingkatkan kualiti diri di hadapan-Nya.

Kenapa hubungan dengan Allah SWT itu diletakkan yang pertama?

Banyak sebab. Tapi, antara sebab yang utama adalah, kita hendak menulis sesuatu yang memberi kesan pada jiwa insan. Justeru, apakah logik kita tidak meminta kepada Yang Membolak Balikkan Jiwa Insan? Kita perlu sedar bahawa, Allahlah TUAN kepada Hidayah. Bukankah adalah perkara yang normal kita tunduk kepada-Nya agar dia membantu kita? Sedang kita ini tidak mampu memberikan hidayah walau kepada orang yang kita cintai.


Sesungguhnya kau tidak akan mampu memberikan hidayah kepada orang yang kau cintai, tetapi Allah lah yang memberikan hidayah kepada sesiapa yang dia kehendaki…” Surah Al-Qasas ayat 56.

Tips 2: Kerendahan Hati
Seorang yang ingin menggerakkan dirinya menjadi penulis yang baik, perlulah mendidik jiwa dan hatinya untuk sentiasa rendah. Rendah di sini adalah merasa kerdil di hadapan Allah SWT. Ini untuk menjaga keikhlasan, mengelakkan diri dari riya’, ujub, takabbur.
Riya’, ujub, takabbur, semua itu adalah hijab dalam amalan. Ia membuang keberkesanan penyampaian kita. Sifat-sifat mazmumah itu akan menyebabkan perjalanan penulisan kita juga terpesong. Nanti kita akan rasa cepat hendak membantah pendapat orang lain, tidak boleh ditegur, rasa senang nak menyalahkan orang dan sebagainya.

Kerendahan hati sangat penting dalam menjamin kebersihan perjalanan penulisan kita.

Apakah hati yang hitam mampu mencahayakan hati yang lain?

Tips 3: Dahagakan Ilmu
Kita tidak mencari ilmu seperti orang yang sudah kekenyangan. Maka kita akan rasa malas untuk menambah ilmu apabila kita rasa diri kita sudah penuh. Seorang penulis perlu sentiasa merasakan dirinya tidak cukup. Maka dia akan bergerak untuk mengisi dirinya dengan pelbagai ilmu.

Ilmu penulisan, ilmu-ilmu asas kehidupan, ilmu bahasa, ilmu realiti, dan bermacam-macam ilmu lagi.

Penulis perlu sedar bahawa, seseorang yang tidak mempunyai apa-apa, tidak akan mampu memberikan apa-apa.

Maka seorang penulis perlu mempunyai ‘apa-apa’ untuk menulis.

Amatlah penting bagi seorang penulis untuk mengekspansikan capaian ilmunya. Ilmu bukan sekadar di dalam kelas, di dalam buku teks. Bahkan seluruh kehidupan ini mampu dijadikan sumber ilmu pengetahuan. Semuanya boleh diambil dan diterjemahkan kepada idea.

Banyak membuat kajian, banyak membuat pembacaan, banyak bertanya, banyak memerhati dan banyak berfikir. Ilmu-ilmu yang berjaya diraih, insyaAllah akan mampu menjadi ‘trigger’ kepada idea.

Tips 4: Disiplin

Tidak akan mampu seseorang itu menjadi penulis yang terbaik tanpa disiplin. Perlu ada disiplin dalam menulis. Perlu juga ada disiplin dalam mengimbangi kehidupan sebagai penulis dan sebagai pelajar, pekerja, anak, bapa, ibu dan sebagainya.

Sebab itu, apa yang saya selalu lakukan dalam hal disiplin ini adalah JADUAL.

Susun waktu. Sesungguhnya Allah tak akan memberikan manusia 24 jam sekiranya 24 jam itu tidak cukup untuk manusia. Tetapi manusialah yang tidak menggunakan 24 jam itu dengan sebaik-baiknya. Sebab itulah kita sering merasakan kita tidak mampu melaksanakan kerja.


Tips 5: Istiqomah
Seorang penulis yang terbaik itu, mencapai tahapnya yang tertinggi adalah apabila dia istiqomah. Bukannya bila pelawat website, blog sudah mencapai juta, dia mula bermalas-malasan.

Orang kata, hendak menjadi juara itu tidak sesusah hendak mengekalkan kejuaraan.

Penulis yang mampu menjadi contoh adalah penulis yang istiqomah.

Istiqomah dalam penulisannya. Istiqomah pula dalam menjaga peribadinya dalam menjadi qudwah kepada ummah.

Penutup

Saya tak rasa gembira kalau pembaca membaca penulisan saya, kemudian dia rasa seronok-seronok,tanpa membawa apa-apa daripada penulisan saya ke dalam kehidupannya.

Pada saya, seorang penulis itu bukan seorang penghibur.

Penulis adalah yang membina ideologi ummah, memimpin pemikiran ummah.

Justeru, penulis yang berjaya, adalah penulis yang penlisannya mampu memberikan kesan kepada kehidupan manusia.


~Hilal Asyraf ~

ms.langitilahi.com

  © Blogger template template alfatih by alFatihtudio 2009

Back to TOP